JALAN PENGHUBUNG YANG KEMBALI MENGHIDUPKAN MOBILITAS WARGA

Oleh: NGESTI TRI TUNGGAL
Admin Website

23 June 2026

2 Menit Baca

Pemanfaatan Dana Keistimewaan DIY di Dusun Jojoran Kulon, Triwidadi, Pajangan, Bantul

Deru kendaraan kini terdengar lebih lancar melintasi Dusun Jojoran Kulon, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul. Jalan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan parah itu kini telah berubah menjadi akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Perubahan tersebut terwujud melalui pemanfaatan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2024.

Bagi warga Jojoran Kulon, keberadaan jalan ini memiliki arti yang lebih dari sekadar sarana transportasi. Jalan tersebut merupakan penghubung penting antarwilayah di sekitar dusun yang setiap hari digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, mengangkut hasil pertanian, hingga menjalin interaksi sosial dengan dusun-dusun di sekitarnya.

Sebelum dilakukan pembangunan, kondisi jalan yang rusak kerap menjadi keluhan warga. Lubang dan permukaan jalan yang tidak rata tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan.

Suharmoko, selaku LPMKAL Dusun Jojoran Kulon, menuturkan bahwa pembangunan tersebut merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Jalan tersebut sangat bermanfaat karena sudah lama sekali jalan tersebut rusak parah. Jalan tersebut sebagai jalan penghubung antar dusun di sekitar Dusun Jojoran Kulon,” ujarnya.

Pembangunan jalan melalui Dana Keistimewaan DIY menjadi salah satu wujud nyata upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus mendukung aktivitas masyarakat di tingkat kalurahan. Kehadiran infrastruktur yang memadai tidak hanya memberikan kemudahan akses, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas hidup warga.

Kini, masyarakat Jojoran Kulon dapat menikmati akses yang lebih baik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Jalan yang dahulu menjadi hambatan perlahan berubah menjadi sarana yang memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung perkembangan masyarakat setempat.

Bagi warga, pembangunan ini bukan sekadar perbaikan fisik jalan. Lebih dari itu, jalan yang kembali layak digunakan menjadi simbol hadirnya manfaat Dana Keistimewaan DIY yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, sekaligus menjadi fondasi bagi tumbuhnya aktivitas sosial dan ekonomi di masa mendatang. (DNR/KIM BANTUL)